Latest Post
Jangan Lupa Tinggalkan Pesan Sebelum Meninggalkan Blogger Ini, Share, Coment and Like Di Tunggu ,Terimakasih Sebelumnya Anda Sudah Mampir Ke Blogger Ini

VIEW PAGE

TRANSLATE

Search This Blog

Memuat...

MENJAGA IZZAH DAN 'IFFAH

Izzah adalah sebuah harga diri yang mulia dan agung. Harus ada menghiasi setiap relung jiwa seorang muslim, apalagi Muslimah.

Sedangkan ‘iffah adalah menahan. Adapun secara istilah; menahan diri sepenuhnya dari perkara-perkara yang Allah haramkan.

Dengan demikian, seorang yang ‘afif adalah orang yang bersabar dari perkara-perkara yang diharamkan walaupun jiwanya cenderung kepada perkara tersebut dan menginginkannya.

Izzah dan ‘Iffah adalah akhlaq yang tinggi, mulia, dan dicintai oleh Allah Ta’ala. Bahkan akhlaq ini merupakan sifat hamba2 Allah Ta’ala yang shalih, yang senantiasa memuji keagungan Allah Ta’ala, takut akan siksa, adzab, dan murka-Nya, serta selalu mencari keridhaan dan pahala-Nya.

Karena Izzah-nya adalah sesuatu yang sangat mahal dan ‘iffah-nya adalah sesuatu yang sangat berharga.

Kita mungkin mampu menguasai keduanya (Izzah dan 'Iffah) di “dunia nyata” tapi ternyata tidak sedikit yang tidak mampu mempertahankan keduanya ketika berada di “dunia maya”.

Sayang sekali memang, ketika kita merasa bahwa "dunia maya" akan jauh berbeda dengan "dunia nyata" ternyata syetan pun dengan mudah menguasai diri.

Hijab yang begitu anggun ditutup dari lawan jenis, begitu mudah dibuka ketika menemukan lawan jenis, karna merasa bahwa tidak ada hijab di "dunia maya" apalagi yang sedang populer kini yakni facebook.

Tak ada lagi yang tersisa dari rasa malu yang sering dibanggakan di ‘dunia nyata’, hilang begitu saja ketika lawan jenis (bukan mahram) lebih memperhatikan di facebook daripada ketika di ‘dunia nyata’.

Disisihkan kemana rasa malu itu, ketika hati sudah terpaut di ‘dunia maya’ sehingga mata dan hati tak lagi melihat sebuah iffah dan izzah yang harus pertahankan.

Demikianlah Islam telah menempatkan wanita di tempat yang mulia, namun mereka sendirilah yg menghilangkan Izzah dan 'Iffah mereka.




Sumber @http://alfetih.blogspot.com 
 
Reactions: 

SUATU WAKTU


--------------------------------------------------
Aku khawatir atas suatu masa
rodanya bisa menggilas
sendi-sendi keimanan kita
hingga hilang tanpa bekas
keyakinan tinggal pemikiran
tak berbekas dalam perbuatan

banyak orang baik tapi tak berakal
ada yang berakal tapi tak beriman
ada yang beriman tapi tak berakhlak
ada yang berakhlak tapi kufur

lidah fasih bertasbih
tapi hatinya mudah mengeluh
hati khusyuk menunduk
tapi pikiran dunia makin mabuk
pikiran lempang berjalan
tapi perbuatan kayak hewan

ada ahli ibadah
tapi hampir semuanya bid'ah
ada ahli maksiat
tapi rendah hati di masyarakat
ada ahli bicara
tapi amalannya nyaris tak ada
ada ahli bikin tangis
tapi dalam hatinya slalu meringis

yang murah senyum
senyum juga ketika berbuat dzolim
yang berhati tulus
tulus pula ktika mencuri fulus
yang berlisan bijak
bijaknya hanya di depan anak-anak

pelacur tampil jadi publik figur
ulama kian dicerca dan dihina
koruptor berkuasa di kantor-kantor
penguasa sebatas simbol saja
rentenir diajak ikut mikir
para cendekia baca berita saja

ktika itu
keimanan tinggal kenangan
Tuhan hanya dalam khayalan
surga-neraka tak dihiraukan
dunia jadi pujian dan pujaan

lalu di antara smua itu
di manakah dirimu
--------------------------------------------------

 
Reactions: 

FOR YOU

Memang cantik itu menarik, tapi berhijab itu dirindukan.

Memang cerdas itu menarik, tapi yang berakhlaq baik itu yang dipilih.

Memang keturunan terpandang itu menarik, tapi yang Islami lebih menjamin.

Memang yang kaya itu menarik, namun yang bertanggung jawab itu mempesona.

Maka pilihlah karena agamanya, insyaAllah kau tak kan kecewa.

Setujuu..??

#SFK (Setia) 
 
Reactions: 

[ REVOLUSI MENTAL ?? !!! ]

[ REVOLUSI MENTAL ?? !!! ]
Revolusi Mental, sebuah istilah yang menjadi trending topic di media sosial ini ternyata mengundang kontroversi. Jargon dan istilah yang dipakai Jokowi-JK dalam Debat Capres beberapa hari yang lalu, ternyata bukan istilah baru, istilah “Revolusi Mental” pertama kali dipopulerkan oleh Bapak Sosialis-Komunis Dunia yg bernama Karl Marx, dimana pemikirannya sangat banyak dipengaruhi oleh Filosofis Atheis Young Hegelian yang sangat terkenal di Berlin.
Bahkan Karl Marx muda waktu itu aktif di perkumpulan Pemuda Hegelian yang merupakan kelompok ekstrim kiri anti Agama yang beranggotakan para Dosen Muda dan pemuda ekstrim kiri, istilah “Revolusi Mental” ini dibuat untuk program cuci otak dalam pengembangan faham Sosialis-Komunis dikawasan Eropa yang kapitalis, karena Agama yang dogmatis dianggap sebagai penghambat dalam pengembangan faham Komunis. Istilah “Revolusi Mental” juga dipopulerkan oleh pendiri Partai Komunis China yg bernama Chen Duxiu bersama temannya yg bernama Li Dazhao sebagai doktrin dan cuci otak kepada para buruh dan petani dalam menentang kekaisaran China.
Hingga orang PKK (Partai Pekerja Kurdi – Partiya Karkeren Kurdistan) menggunakan
istilah ini: (Jadi, istilah “Revolusi Mental” itu adalah istilah-nya orang Komunis dan Sosialis kiri yang coba dibumikan ke seluruh lapisan masyarakat) Di Indonesia istilah “Revousi Mental” pertama kali dikenalkan oleh seorang pemuda asal Belitung yang bernama Ahmad Aidit anak dari Abdullah Aidit dan kemudian mengganti namanya menjadi Dipa Nusantara Aidit (DN Aidit) dan ketika ayahnya bertanya kenapa namamu diganti ? Aidit menjawab saatnya “Revolusi Mental”.
D.N Aidit yang kita kenal sebagai ketua PKI (Partai Komunis Indonesia) mengganti hal-hal yang akan menghambat pergerakan, termasuk nama Ahmad yang berbau agama harus dibuang. Setelah D.N Aidit terpilih menjadi ketua PKI, dia sukses menerapkan istilah “Revolusi Mental” kepada para kader PKI, dan ormas-ormas PKI lainnya seperti PEMUDA RAKYAT, BARISAN TANI INDONESIA, GERWANI , SOBSI DAN LEKRA yang dianggap simbol perlawanan kepada kaum Feodalis. Istilah “Revolusi Mental” memang istilah yang sangat identik dengan orang kiri. Jauh sebelum pak Jokowi memunculkan tulisannya di Kompas. Revolusi mental ditujukan untuk perubahan sikap, perangai, dan cara pandang terhadap sesuatu yang dianggap kuno/ tradisional. Dan perubahan itu – dulu – adalah perubahan kearah pandangan sosialis dan komunis – dengan menentang kapitalis sebagai wujud pandangan lama.
Belum lagi ditambah dengan pernyataan ibu Prof Musdah Mulia dari timses Jokowi-JK yang mengatakan Jokowi akan melegalkan paham Komunis dan menghapus kolom agama di KTP. Dan beredarnya video kader PDI-P, Rieke Diah Pitaloka yang mengadakan temu kangen dengan eks PKI di Banyuwangi (semakin menegaskan keberpihakan sang
petugas partai PDI-P ini kepada para komunis.
(iz) Partiya KarkerĂȘn Kurdistan - PKK Official
Site










 
Reactions: 

..

 
Support : Creating Website | Dois Web Master | Riau Community
Copyright © 2011. Desain Blogger Anda - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Dois Template
Proudly powered by Blogger